Jumaat, 28 Disember 2012

TAWASSUL...


...telah melepasi kesusahan berkata ''ini tidak lain kerana  pemerintahan sifulanlah kita semua dapat makan dan kesenangan...'' atau biasa kita dengar  ''kalaulah tidak si fulan itu yang menolong sudah tentu.....'''Laa haula walaa quwwata illa billahil ali'ilazim... Seharusnya perlu kita lafazkan dahulu kesyukuran ke hadrat Allah SWT apabila...

TAWWASUL secara bahasa ertinya mendekatkan diri.

Di antaranya dalam firman Allah:
"…dan memohon wasilah untuk mendekatkan diri kepada Rabb mereka."
Tawassul dibagi menjadi dua:
Tawassul yang disyariatkan, dan tawassul yang dilarang.

Tawassul yang disyariatkan iaitu:
Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan yang Dia cintai dan Dia redhai berupa ibadah-ibadah yang wajib dan sunnah, baik berupa ucapan, perbuatan atau keyakinan.

Bentuknya adalah bermacam jenis:

1. Bertawassul kepada Allah dengan Asma dan SifatNya.
Allah berfirman:
"Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

(QS. Al-A'raaf : 180)
Caranya, seorang hamba ketika berdoa kepada Allah, terlebih dahulu menyebutkan namaNya yang sesuai dengan permintaannya; seperti menyebutkan nama Yang Maha Pengasih(Ar-Rahmaan), ketika ia meminta belas kasihan atau menyebut nama Yang Maha Pengampun (Ghafur), ketika memohon ampunan, dan sebagainya.

2. Bertawassul kepada Allah dengan iman dan tauhid.
Allah berfirman:
"Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, kerana itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keEsaan Allah). " 

(QS. Ali Imraan : 53)

3. Bertawassul dengan amal soleh.
Yakni dengan cara seorang hamba memohon kepada Rabb melalui amalan paling ikhlas yang pernah dia lakukan, yang boleh diharapkan, seperti solat, puasa atau membaca Al-Qur'an, atau kesuciannya dalam menjaga diri dari maksiat dan sejenisnya. Di antaranya seperti yang disebutkan dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim tentang kisah tiga orang yang masuk gua, tiba-tiba pintu gua tertutup oleh batu besar. Lalu mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amalan-amalan mereka yang paling diharapkan pahalanya.

Termasuk di antaranya bila seorang hamba bertawassul kepada Allah dengan kefakirannya, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Ayyub 'Alaihissalam:
"Inni Massaniadh-Dhurru wa Anta Arhamurrahimin."
(Sesungguhnya aku telah mengalami kesengsaraan dan Engkau adalah Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih..)

Atau dengan pengakuan seorang hamba terhadap kezalimannya dan kepentingan dirinya terhadap Allah sebagaimana diungkapkan oleh Nabi Yunus:
"Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minazh zhalimin."(Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau; Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim..)

Tawassul-tawassul yang disyariatkan inipun berbeza-beza hukum di antara satu dengan yang lainnya. Ada yang wajib, seperti tawassul dengan menyebutkan nama dan sifat Allah atau dengan tauhid. Ada juga yang disunnahkan, seperti tawassul dengan menyebutkan amal soleh.
Adapun tawassul yang dilarang dan bid'ah itu adalah:

1. Bertawassul kepada Allah dengan hal-hal yang tidak disukai dan tidak diredhainya, berupa ucapan, perbuatan dan keyakinan.
Di antaranya tawassul dengan berdoa kepada orang-orang mati atau orang-orang yang tidak hadir, memohon keselamatan dengan perantaraan mereka, dan sejenisnya. Semua perbuatan itu adalah syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan bertentangan dengan tauhid.
Berdoa kepada Allah, baik dalam bentuk doa permohonan seperti meminta sesuatu dan meminta diselamatkan dari bahaya atau doa ibadah seperti rasa tunduk dan pasrah dihadapan Allah, kesemuanya itu tidak boleh dialamatkan kepada selain Allah. Memalingkannya dari Allah adalah syirik dalam berdoa
Allah berfirman:
"Dan Rabbmu berfirman:"Berdo'alah kepadaKu,nescaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina-dina…" 
(QS. Al-Mukmin : 60)

Allah menjelaskan dalam ayat di atas ganjaran bagi orang yang enggan berdoa kepadaNya.  Jadi dengan berdoa kepada selainNya atau dengan tidak mahu berdoa kepadaNya secara menyeluruh, kerana takkbur atau sikap ujub, maka tidak akan sampai doanya kepada selainNya. 
Allah juga berfirman:
"Berdoalah kepada Allah dengan rasa tunduk dan suara perlahan.."

Dalam ayat ini Allah memerintahkan berdoa kepadaNya, bukan kepada selainNya. Allah berfirman menceritakan ucapan Ahli Neraka:
"Demi Allah, sungguh kami dahulu (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata; tatkala kami menyamakan kalian dengan Rabb sekalian makhluk."

Segala bentuk penyamaan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah dan ketaatan, maka itu adalah perbuatan syirik terhadapNya 
Allah berfirman:
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do'anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka. " 
(QS. Al-Ahqaaf : 5)
"Dan barangsiapa yang menyeru sesembahan selain Allah, sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya, sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang kafir."
Allah menganggap orang yang berdoa kepada selainNya, bererti telah mengambil sesembahan selainNya pula.
Allah berfirman:
"Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.
(QS. Faatir : 13-14)

Allah menjelaskan dalam ayat ini, bahwa Dialah yang Maha Berkuasa dan Mampu mengurus segala sesuatu, bukan selainNya. Bahwasanya para sesembahan yang lain itu tidak dapat mendengar doa, apalagi untuk mengabulkan doa tersebut. Kalaupun dimisalkan mereka dapat mendengar, merekapun tidak akan mampu mengabulkannya, kerana mereka tidak memiliki kemampuan untuk memberi manfaat atau memberi mudharat, dan tidak memiliki kemampuan atas hal itu.

Sesungguhnya kaum musyrikin Arab di mana Rasulullah Shallalhu 'Alaihi Wassalam diutus, mereka menjadi orang-orang kafir kerana kemusyrikan mereka dalam berdoa. Kerana mereka juga berdoa kepada Allah dengan tulus ikhlas ketika mendapatkan kesusahan. Kemudian mereka menjadi kafir kepada Allah di kala senang dan mendapatkan kenikmatan dengan cara berdoa kepada selainNya. Allah berfirman:
"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih."
Allah juga berfirman:
"Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira kerananya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatannya". 
(QS.Yunus : 22)

2. Bertawassul dengan cara menyebutkan nama atau kemuliaan orang soleh ketika berdo’a kepada Allah Ta’ala.
Ini adalah bid’ah bahkan perantara menuju kesyirikan. 

Contoh,”Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan Syaikh Abdul Qadir Jailani, ampunilah aku.”

3. Bertawassul dengan cara beribadah kepada Allah Ta’ala di sisi kubur orang soleh. Ini merupakan bid’ah yang diada-adakan, dan bahkan merupakan perantara menuju kesyirikan.

Tawassul Syirik


Tawassul yang syirik adalah menjadikan orang yang sudah meninggal sebagai perantara dalam beribadah seperti berdoa kepada mereka, meminta hajat, atau memohon pertolongan kepada mereka. 

Contoh,”Ya Syed Al-Badawi, mohonlah kepada Allah untuk kami”.

Perbuatan ini merupakan
syirik akbar dan dosa besar yang paling besar, meskipun mereka menamakannya dengan “tawassul”. Hukum syirik ini dilihat dari hakikatnya yaitu berdo’a kepada selain Allah.

Kemusyrikan/kesyirikan yang sering diabaikan bila timbul apa yang di hajatkan. 
sebahagian manusia pada masa sekarang ini sudah melampaui kemusyrikan orang-orang terdahulu. Kerana mereka memalingkan berbagai bentuk ibadah kepada selain Allah seperti doa, meminta keselamatan dan sejenisnya hingga pada saat tersepit sekalipun.Ada pula yang telah melepasi kesusahan berkata ''ini tidak lain kerana pemerintah sifulanlah kita semua dapat makan dan kesenangan...'' atau biasa kita dengar  ''kalaulah tidak si fulan itu yang menolong sudah tentu.....'''Laa haula walaa quwwata illa billahil ali'ilazim... Seharusnya perlu kita lafazkan dahulu kesyukuran ke hadrat Allah SWT apabila kita terselamat atau dikurniakan sesuatu kelazatan (kemewahan)dan barulah disebutkan sebab musabbab.Ini keran kita terlebih dahulu bermohon pada Allah dan dijadikan sebab musabbab untuk kita berlepas dari sesuatu musibbah. Maka itulah kita wajib lafzkan/panjatkan kesyukuran dan baru diletakkan sebab musabbab di belakang. Kita ''WAJIB" memohon keselamatan dan keberuntungan kepada Allah. 



Sebagai contoh yang harus dilafazkan.; ''Alhamdulillah,syukur aku kepada Allah Swt kerana telah dapatpun pekerjaan melalui si Ahmad yang telah digerakKAN hatinya untuk memberi pekerjaan padaku''

Kesimpulan : untuk membantah yang dituturkan oleh teman Anda itu bahwa meminta sesuatu kepada mayat adalah syirik. Bahkan meminta kepada orang hidup dalam batas yang hanya mampu dilakukan olehnyapun juga termasuk syirik. 
~Wallahu'alam.
~Jaksa Kotaraja

1 ulasan:

  1. INILAH CONTOH TAWASUL YANG PALING AMAN:

    Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)" (QS. Yusuf:97)

    mengapa diributkan soal tawasul pada ulama, emang berani jamin semua ulama itu ikhlas mendokan anda????

    BalasPadam