Jumaat, 31 Ogos 2012

SEMBUNYI ILMU


''Kenapa aku nak ajar mereka secara percuma??Aku belajar sampai habis beribu-ribu ringgit !! bertahun lamanya aku belajar,kini senang-senang saja nak ajar percuma ..!! 

Rasulullah (s.a.w) memperingatkan kita, bahawa HENDAKLAH KITA MENUNTUT ILMU ITU DENGAN IKHLAS, kerana Allah (a.w) semata-mata, dan ditujukan SEMATA-MATA KERANA MENTAATI DAN MENGIKUTI PERINTAH NYA... Dan, janganlah ilmu itu digunakan untuk KEPENTINGAN PERIBADI ATAU KEDUNIAAN, maka besar dosanya menyampaikan ilmu, kerana tujuan selain Allah (a.w)...

Kita juga diperingatkan oleh Rasulullah (s.a.w) supaya TIDAK KEDEKUTKAN ILMU... Kita disuruh sebarkan ilmu itu... Rasulullah (s.a.w) menyuruh sampaikan WALAUPUN SATU AYAT AL-QURAN sekalipun...

Diriwayatkan hadith daripada Abi Hurairah (r.a), daripada Nabi (s.a.w) berkata: ‘’Tidak dari seseorang lelaki yang menghafal ilmu, maka disembunyikannya dari orang lain, kecuali didatangkan dengannya pada hari qiamat digari (yakni, dirantai) dengan rantai (gari yang diperbuat) dari api neraka.’’ [Hadith sahih Ibnu Majah]...

''Bergulung ijazah aku dapat dalam mempelajari motivasi hidup dan agama, tak kan nak beri motivasi percuma....kini aku diajar untuk cari makan cara begini....!!
ADALAH MENJADI TANGGUNGJAWAB UTAMA ORANG YANG BERILMU menyampaikannya kepada orang lain... Jika tidak disampaikannya, atau disembunyikannya kerana bakhil, atau tidak mahu orang lain berilmu, atau mendatangkan kesusahan kepadanya kerana menyampaikan ilmu tanpa imbuhan, atau disampaikannya HANYA DENGAN UPAH DAN BAYARAN, maka balasannya jelas dalam hadith itu dan hadith-hadith lainnya, iaitu masuk neraka dengan kedua tangannya digari (diikat) dengan gari yang diperbuat daripada api neraka.... Oleh kerana itu wajib menyampaikan ilmu itu...


''Aku belajar siang malam dan banyak duit mak bapak aku habis...kini aku dah jadi orang berilmu dan ini saja jalan cari makan aku...!!! dan kerja aku adalah mengajar agama ..!!
AYAT 174, SURAH AL-BAQARAH bermaksud: ‘’Sungguh-sungguh orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah (a.w), iaitu Kitab (iaitu al-Quran), dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka hanya menelan api neraka dalam perutnya [i.e. makan dan minum yang dihasilkan dari menjual ayat-ayat yang diturunkan Allah (a.w), menyebabkan mereka masuk dalam neraka].’’... 



AYAT 175, SURAH AL-BAQARAH bermaksud: ‘‘Mereka itulah yg membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan keampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!’’.... Yakni, Allah (a.w) memberitahu pasti mereka masuk neraka dan mereka sungguh berani walaupun diberitahu pasti masuk neraka, kerana kekal melakukannya setelah ditegah atau dilarang..

Sabtu, 25 Ogos 2012

BERSYUKUR DENGAN YANG SEDIKIT...

..bukankah kita masih punya makanan dan minuman lazat untuk dimakan, sementara diluar sana masih banyak dari saudara2 kita yang masih kelaparan?.... Begitu juga nikmat kesehatan dan kesempatan yang kita terima ....
Allah S.w.t. berfirman, ” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (Surah Ibrahim-7)...

Bersyukurlah di atas rezki dan anugerah Allah walaupun sedikit... Nikmat Allah itu sangatlah banyak, kesehatan jasmani, pikiran yang sehat dan cerdas, pangkat dan kedudukan dsb... Namun, nikmat Allah yang paling tinggi dan mulia kedudukannya adalah NIKMAT ISLAM DAN IMAN, yang meliputi keselamatan lahir maupun bathin, dunia dan akhirat para penganutnya.... Pernahkah kita memikirkan sudah berapa banyak nikmat UDARA yang kita pergunakan untuk bernafas yang telah kita terima dari Allah secara percuma, sejak dalam kandungan sampai saat ini? NIKMAT MELIHAT, MENDENGAR, BERKATA-KATA... NIKMAT MAKAN MINUM... TIDUR.. DLL..

Namun, Al Quran menjelaskan akan keadaan dari tabiat manusia yang sesungguhnya yaitu ENGKAR DAN ZALIM... ”Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya... Dan jika kamu menghitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghitungnya... Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Surah Ibrahim-34)... Tabiat dan sifat manusia itu telah lari dari fitrahnya.. Dimana saja berada kalau kesulitan dan kesusahan, maka secara spontan manusia akan memohon pada Allah (doa)... Tapi setelah semua kesusahan, kesulitan atau kesusahan itu tiada, maka dengan mudah pula manusia itu lupa dan berpaling dari seruan-Nya...

Padahal banyak ayat Al Quran yang memberi penegasan bahwa SYAITAN itu akan selalu menghalangi dari berbuat baik... ”Dan sungguh (syaitan itu) menghalangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka mengira bahwa mereka memperoleh bimbingan.” (Surah Az Zukhruf-37)...

Seharusnya setiap diri wajib mensyukuri nikmat Allah yang sudah sejak dulu diberikan-Nya.... bukankah kita masih punya makanan dan minuman lazat untuk dimakan, sementara diluar sana masih banyak dari saudara2 kita yang masih kelaparan?.... Begitu juga nikmat kesehatan dan kesempatan yang kita terima selama ini, waktu yang tenang dan nyaman, serta kesempatan waktu, kemudahan2 untuk hidup bahagia bersama keluarga, sanak-saudara di sekeliling kita..

KENAPA MASIH ADA DARI KITA YANG sering merungut, DAN SELALU BERKELUH-KESAH?... “Fabiai allai rabbikuma tukazziban.” [MAKA, NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?]“.. (Surah Ar Rahman)...

ALLAH S.W.T. BERULANG-ULANG KALI BERTANYA SOALAN INI DI DALAM SURAH TERSEBUT.... 

TEPUK DADA TANYA IMAN...

TATOO,CABUT BULU MATA/KENING DAN REGANGGAN GIGI



Qs.4 Nisaa':119. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata:”ALLAH mengutuk orang-orang yang mentatu tubuh, orang-orang yang minta ditatu, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi, untuk mendapatkan wajah (agar kelihatan menarik), yang mereka itu mengubah ciptaan ALLAH.”

Kata Abdullah bin Mas’ud: Ucapan saya itu sampai kepada seorang perempuan dari Bani Asad yang bernama Ummu Ya’qub yang pandai membaca Al-Qur’an. Dia mendatangi Abdullah bin Mas’ud, kemudian bertanya:

”Apa maksud ucapanmu yang sampai kepadaku bahwa kau mengutuk orang-orang yang mentatu tubuh, orang-orang yang minta ditatu, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang merenggangkan gigi, yang semuanya itu mengubah ciptaan ALLAH untuk memperoleh wajah (menarik)?”.

Abdullah bin Mas’ud menjawab:”Mengapa aku tidak boleh mengutuk orang yang dikutuk oleh Rasulullah Muhammad SAW yang memang tercantum dalam kitab ALLAH Azza wa Jalla?”.

Perempuan itu berkata:”Aku telah membaca seluruh lembaran mushaf Al-Qur’an, tapi tidak aku temukan itu!”. Kata Abdullah bin Mas’ud:”Sungguh jika kau telah membaca Al-Qur’an pasti engkau menemukannya. ALLAH Azza wa Jalla berfirman (yang artinya):

“Apa yang disampaikan kepadamu oleh Rasul maka ambillah, dan apa yang dilarang oleh Rasul maka jauhilah.” (QS 59 Al-Hasyr:7).

Perempuan itu mengatakan:”Sekarang aku akan memeriksa isterimu apakah dia melakukan perbuatan terkutuk tersebut!”. Kata Abdullah bin Mas’ud: ”Silahkan periksa!”. Kata Abdullah bin Mas’ud: ”Perempuan itu kemudian mendatangi istrinya tapi dia tidak melihat perbuatan terkutuk tersebut.

Kemudian perempuan itu datang lagi kepada Abdullah bin Mas’ud: ”Aku tidak melihat isterimu melakukan perbuatan terkutuk itu.” Kata Abdullah bin Mas’ud: ”Kalau isteriku melakukan perbuatan yang terkutuk itu, tentu aku tidak memperisterinya.” (Hadist Shahih Bukhari No.4866)

Qs.24 Nuur:54. Katakanlah: "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, ...
Qs.4 Nisaa':80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah
Qs.3 Ali Imran:132. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Dan masih banyak lagi ayat lain yang memerintahkan kita agar taat pada apa yang dikatakan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Khamis, 23 Ogos 2012

MANUSIA MERAYU DIKEMBALIKANKEDUNIA UNTUK BERIBADAH

..Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka. Dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan...


"Dan seandainya engkau Muhammad melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan ke dunia tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman." Tetapi sebenarnya bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. Dan tentu mereka akan mengatakan pula, "Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan." (Al-An'am; 27-29) 

".... Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang." HR Abdullah bin Umar r.a

[1] Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi sentiasa mengucap tasbih kep
ada Allah; bagiNyalah kuasa pemerintahan, dan bagiNyalah segala pujian; dan Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. 

[2] Dia lah yang mengaturkan kejadian kamu; maka ada sebahagian dari kamu yang kafir dan ada sebahagian dari kamu yang beriman; dan Allah Maha Melihat akan segala yang kamu kerjakan (serta membalas masing-masing).
[3] Ia menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat, dan Ia menentukan bentuk rupa kamu serta memperelokkan rupa kamu; dan kepadaNyalah tempat kembali. 

[4] Ia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi; dan Ia mengetahui segala yang kamu rahsiakan serta yang kamu zahirkan; dan Allah sentiasa Mengetahui segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada; 

[5] Bukankah telah sampai kepada kamu berita orang-orang kafir yang telah lalu? Lalu mereka merasai kesan yang buruk dari perbuatan kufur mereka; dan mereka (pada hari akhirat kelak) beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya. 

[6] (Balasan) yang demikian itu, kerana sesungguhnya mereka pernah didatangi Rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata, maka mereka berkata:” Patutkah manusia (yang seperti kami – menjadi Rasul untuk) memberi petunjuk kepada kami?” Lalu mereka kufur ingkar serta berpaling (dari kebenaran); dan Allah pun menyatakan tidak berhajatNya (kepada iman dan ketaatan mereka lalu membinasakan mereka); dan Allah sememangnya Maha Kaya, lagi tetap Terpuji. 

[7] (Di antara sebab-sebab kufur) orang-orang yang kafir (ialah kerana mereka) mengatakan bahawa mereka tidak sekali-kali akan di bangkitkan (sesudah mati). Katakanlah: “Bahkan, demi Tuhanku, kamu akan dibangkitkan, kemudian kamu akan diberitahu tentang segala yang kamu telah kerjakan. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah melaksanakannya. 
[8] Oleh itu, berimanlah kamu kepada Allah dan kepada rasulNya serta kepada penerangan cahaya Al-Quran – yang Kami turunkan. Dan (ingatlah), Allah Amat Mendalam PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan. 

[9] (Ingatkanlah) masa Allah menghimpunkan kamu pada hari perhimpunan (untuk menerima balasan), – itulah hari masing-masing nampak kerugiannya. Dan (ingatlah), sesiapa yang beriman kepada Allah serta mengerjakan amal soleh, nescaya Allah mengampunkan dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; yang demikian itulah kemenangan yang besar. 

[10] Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, merekalah ahli neraka, kekalah mereka di dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. 

[11] Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. 

[12] Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka kalau kamu berpaling (enggan taat, kamulah yang akan menderita balasannya yang buruk), kerana sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata. 

[13] Allah, tiada Tuhan melainkan Dia; dan dengan yang demikian, kepada Allah jualah orang-orang yang beriman wajib berserah diri. 

[14] Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka. Dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. 

[15] Sesungguhnya harta benda kamu dan anak-anak kamu itu hanyalah menjadi ujian, dan di sisi Allah jualah pahala yang besar. 

[16] Oleh itu bertaqwalah kamu kepada Allah sedaya supaya kamu; dan dengarlah (akan pengajaran-pengajaranNya) serta taatlah (akan perintah-perintahNya); dan belanjakanlah harta kamu (serta buatlah) kebajikan untuk diri kamu. Dan (ingatlah), sesiapa yang menjaga serta memelihara dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang-orang yang berjaya. 

[17] Dan kalau kamu memberi pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik (ikhlas), nescaya Allah akan melipat gandakan balasanNya kepada kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu; dan Allah amat memberi penghargaan dan balasan kepada golongan yang berbuat baik, lagi Maha Penyabar (untuk memberi peluang kepada golongan yang bersalah supaya bertaubat). 

[18] Dia lah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, (dan Dia lah jua) yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Sabtu, 18 Ogos 2012

ORANG BERPUASA BERGEMBIRA DENGAN IBLIS SAAT SELEPAS BERPUASA

..pendek kata apa semua dia mahu suami kena turutkan....itu pasal ramai lelaki melayu kena sakit ''hart ettek''.......Ramai pula SUAMI YANG JADI MANGSA PENDERAAN AIDLFITRI kerana terpaksa menurut kemahuan anak-isteri 

Ramai akan bersolat Terawih dan Aidilfitri YANG SUNAT, tetapi meninggalkan solat fardhu yang wajib...Ramai yang bersolat SECARA BERJEMAAH semasa Ramadhan, tetapi solat BERSENDIRIAN selepas Ramadhan....MASJID sentiasa meriah dengan solat berjemaah pada bulan Ramadhan, tetapi kembali sepi selepas Ramadhan...

 Orang boleh berhenti MEROKOK di bulan Ramadhan, tetapi kembali merokok selepas Ramadhan...Ada yang bertudung litup MENUTUP AURAT sepanjang Ramadhan, tetapi tidak pada hari Lebaran... Tiba sahaja hari Lebaran pakaian yang dipilih boleh menjejaskan kehormatan... Ada yang jarang, yang ketat, yang terdedah sana sini dan aurat tidak terjaga....

MEDIA MASSA, TERUTAMA TV, terus berlumba2 menayangkan program-program HIBURAN, NYANYIAN, TARIAN, pergaulan bebas lelaki perempuan (di kalangan para artis), serta DRAMA filem, sejak hari raya pertama lagi..dari pagi hinggalah ke malamnya...malah hingga 24 jam dimalam raya .Ada artisnya pula sibuk mempromosi ''bersalam dengan bukan muhrim"kunonnya bermaafan....dalam segmen Aidilfitri.

Ada yang berjimat cermat dalam bulan Ramadhan tetapi melakukan pelbagai pembaziran semasa menyambut Aidilfitri... Pasti ramai melakukan sesuatu untuk MENUNJUK-NUNJUK, agar mendapat pujian... Ini satu lagi penyakit yang melanda apabila musim perayaan... Tak kira tua mahu pun muda , masing-masing berlumba-lumba menunjuk-nunjuk mengikut cara masing-masing... "

Orang cat rumah nampak baru ,dia pun mahu cat rumah nampak baru... ''Orang tukar langsir baru dia pun mahu langsir baru...''Orang mahu tv baru... ,dia pun mahu tv baru...,pendek kata apa semua dia mahu suami kena turutkan....itu pasal ramai lelaki melayu kena sakit ''hart ettek''(heart attack/serangan jantung).......Ramai pula SUAMI YANG JADI MANGSA PENDERAAN AIDLFITRI kerana terpaksa menurut kemahuan anak-isteri demi mengembirakan sianak-isteri....dan ada pula yang sisuami mengalahkan anak-isteri dalam hal ini...

Ramai akan MENGUTAMAKAN menonton filem-filem dan rancangan hiburan yang akan merosakkan akhlak, melalui televisyen, VCD, pawagam atau lain-lain sumber.... sehingga lalai untuk beribadah.Ada satu lagi jenis mereka akan melancong dalam atau luar negara,mereka gemar berbuat demikian atas faktor dari bebelanja raya atau sedekah lebih baik duit ini di melancongkan. Katanya dapat juga aku makan angin dari duit itu dibazirkan dengan tujuan aidilfitri. 

 MAKA TIADALAH ZIARAH MENZIARAHI,TIADALAH BERSEDEKAH,TIDALAH BERIBADAHPUASA 6 DAN TIADA,TIADA,TIADA AMALAN YANG DILATIH SEBULA TERLEKAT DIHATI......" SYAITAN PASTI KETAWA BERDEKAH-DEKAH. WALAUPUN SEBULAN SYAITAN BERCUTI, TETAPI MEREKA BAGAIKAN TIDAK BERCUTI,MALAH SYAITAN SEOLAH DAPAT BONUS GAJI sebulan..... MANUSIA TETAP JAUH DARI ALLAH DAN SYURGA... "... ADAKAH DIDIKAN RAMADHAN TIDAK BERKESAN? ATAU MANUSIA YANG MEMBUANG KESAN..??


TAKBIR AIDILFITRI&PERUTUSAN AIDILFITRI 2012 .




..Dengan kalimah Allah saya, Jaksa kotaraja@Hanafiah Husin/Lyna lili... memohon ampun serta kemaafan atas segala ketelanjuran  pertuturan...perdebatan...perhujahan..perbincangan dan apa juga yang telah menguris serta menyakiti perasaan anda tanpa mengira umur,pangkat,kedudukan,agama,bangsa dan kaum. Jaksa kotaraja@Hanafiah... 

BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM ,,

ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR...
ALLAHHUAKBARKABIRRO,WALHAMDULLILLAHIHIKASIRO,WASUBSUHANALLAHIBUKKROTANWAASILA..,LAILLAHAILLAHIWALLANAKBUDUILLAHUMUKHLISI,NALAHUDDIN.....WALAUKARIHALMUNAFIKUUUUUNN............WAALUKARIHALMUSHRIKUUUUUUNN.............WALAU KARIHAL KAFIRUUUUUUNN......
LAILLAHAILLALLAHUWAHDAH,SODAKOWAK'DAH,WANASAROLABDAH,WAWAAZ'ZAJUNDUWAHAZAMMALAHZAB BAWAHDAH
LAILLAHAILLAHUWALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR WALILLAH ILHAMD.....

Bersyukur kita kehadrat Allah SWT,dengan limpah kurniaNya kita telah pun menjejaki Bulan Syawal dan meninggalkan Ramadhan.....Banyak peristiwa pahit manis serta suka dan duka kisah ramadhan yang dapat kita jadikan renungan dan iktibar bersama. Bagi mereka ada yang menangis apabila ramadhan meninggalkan mereka, kerana ''masihkah ada ramadhan buat mereka pada masa nanti''......para golongan ahli ibadah pastinya berlinang airmata, kerana ''Ramadhan terpaksa meninggalkan mereka'' dan berlalu pergi. Disaat ini juga, ada
 manusia  yang gembira seolah-olah telah terlepas dari belenggu Ramadhan dan menganggapkan puasa amat menyusahkan hidup dan aktiviti seharian mereka.~na'uzubillah....Maka janganlah ada terdetik dihati kita insyallah...

ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR...WALILLAH ILHAMD....

Dihari ini saya menyeru kita sebagai umat Muhammad hendaklah bersatu dibawah panji kalimah syahadah. Buangkanlah,elakkanlah segala persengketaan,perbalahan,permusuhan sesama agama dan bangsa.Pupuklah,jalinkanlah persaudaraan yang ikhlas serta penuh kasih sayang sesama manusia. Jadikanlah islam adalah contoh yang baik dimata masyarakat. Aidilfitri kali ini jadikanlah hari yang terbaik untuk kita menjalin hubungan baik antara agama ,bangsa serta kaum.

Penuhilah waktu yang terluang untuk ziarah menziarahi serta merapatkan hubungan serta bermaaf-maafan diantara kita sebagai manusia.Sambungkanlah persaudaraan yang renggang(juah) atau yang telah terputus ,semoga kita beroleh rahmatNYA di aidilfitri. Janganlah dijadikan masa ini untuk berhibur tanpa batasan, siaran Tv dijadikan santapan keluarga dan para tetamu sekalian.Ingatlah sebulan telah kita beramal dan hancurnya amalan itu disatu Syawal.....adakah itu yang kita semua inginkan??


ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR...WALILLAH ILHAMD....
Dikesempatan ini saya juga ingin mengingatkan dan meyatakan bahawa bukan pemimpin sahaja yang boleh buat perutusan... kita sebagai khalifah dan manusia dimukabumi adalah dipertanggungjawabkan akan apa yang kita buat. Nasihat saya, ....Perlu dingatkan juga kita hendaklah berjimat cermat dalam perbelanjaan kita di musim perayaan(buangkan rasa ujub dan takbur pada diri kita).

 Kepada pemandu sila berhati-hati sewaktu dalam perjalanan anda,semoga anda selamat menuju destinasi. Yang tidak pulang atau bertugas, perhatikan keselamatan rumah jiran tetangga.Sesungguh jiran adalah saudara terdekatmu. Sesuatu yang hendak diingatkan bersama,kanak-kanak jangan bermain mercun,ibubapa mestilah membuat pemantauan anak-anak kecil.Janganlah pula ibubapa yang mengalakkan anak bermain bunga api/mercun kerana ianya adalah satu pembaziran yang nyata.

Dengan kalimah Allah saya, Jaksa kotaraja@Hanafiah Husin memohon ampun serta kemaafan atas segala ketelanjuran  pertuturan...perdebatan...perhujahan..perbincangan dan apa juga yang telah menguris serta menyakiti perasaan anda tanpa mengira umur,pangkat,kedudukan,agama,bangsa dan kaum. Jaksa kotaraja@Hanafiah sekali lagi memohon ampun dan maaf buat diri ini bagi mewakili pihak kami sekeluarga, minta dihalalkan makan dan minum serta memohon maaf atas segalanya ...
~JAKSA YADIM @Hanafiah Husin

SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI 2012....

MINAL IADIL WALFAIZZIN......
KULLU AMMIN WAANTUM BILKHOIR....

Jumaat, 17 Ogos 2012

~JAKSA YADIM @Hanafiah Husin dan PERUTUSAN AIDILFITRI 2012



BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM ,,

ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR...
ALLAHHUAKBARKABIRRO,WALHAMDULLILLAHIHIKASIRO,WASUBSUHANALLAHIBUKKROTANWAASILA..,LAILLAHAILLAHIWALLANAKBUDUILLAHUMUKHLISI,NALAHUDDIN.....WALAUKARIHALMUNAFIKUUUUUNN............WAALUKARIHALMUSHRIKUUUUUUNN.............WALAU KARIHAL KAFIRUUUUUUNN......
LAILLAHAILLALLAHUWAHDAH,SODAKOWAK'DAH,WANASAROLABDAH,WAWAAZ'ZAJUNDUWAHAZAMMALAHZAB BAWAHDAH
LAILLAHAILLAHUWALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR WALILLAH ILHAMD...

Bersyukur kita kehadrat Allah SWT,dengan limpah kurniaNya kita telah pun menjejaki Bulan Syawal dan meninggalkan Ramadhan.....Banyak peristiwa pahit manis serta suka dan duka kisah ramadhan yang dapat kita jadikan renungan dan iktibar bersama. Bagi mereka ada yang menangis apabila ramadhan meninggalkan mereka, kerana ''masihkah ada ramadhan buat mereka pada masa nanti''......para golongan ahli ibadah pastinya berlinang airmata, kerana ''Ramadhan terpaksa meninggalkan mereka'' dan berlalu pergi. Disaat ini juga, ada
manusia  yang gembira seolah-olah telah terlepas dari belenggu Ramadhan dan menganggapkan puasa amat menyusahkan hidup dan aktiviti seharian mereka.~na'uzubillah....Maka janganlah ada terdetik dihati kita insyallah...

ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR...WALILLAH ILHAMD....

Dihari ini saya menyeru kita sebagai umat Muhammad hendaklah bersatu dibawah panji kalimah syahadah. Buangkanlah,elakkanlah segala persengketaan,perbalahan,permusuhan sesama agama dan bangsa.Pupuklah,jalinkanlah persaudaraan yang ikhlas serta penuh kasih sayang sesama manusia. Jadikanlah islam adalah contoh yang baik dimata masyarakat. Aidilfitri kali ini jadikanlah hari yang terbaik untuk kita menjalin hubungan baik antara agama ,bangsa serta kaum.

Penuhilah waktu yang terluang untuk ziarah menziarahi serta merapatkan hubungan serta bermaaf-maafan diantara kita sebagai manusia.Sambungkanlah persaudaraan yang renggang(juah) atau yang telah terputus ,semoga kita beroleh rahmatNYA di aidilfitri. Janganlah dijadikan masa ini untuk berhibur tanpa batasan, siaran Tv dijadikan santapan keluarga dan para tetamu sekalian.Ingatlah sebulan telah kita beramal dan hancurnya amalan itu disatu Syawal.....adakah itu yang kita semua inginkan??


ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR!!ALLAHHUAKBAR...WALILLAH ILHAMD....
Dikesempatan ini saya juga ingin mengingatkan dan meyatakan bahawa bukan pemimpin sahaja yang boleh buat perutusan... kita sebagai khalifah dan manusia dimukabumi adalah dipertanggungjawabkan akan apa yang kita buat. Nasihat saya, ....Perlu dingatkan juga kita hendaklah berjimat cermat dalam perbelanjaan kita di musim perayaan(buangkan rasa ujub dan takbur pada diri kita).

 Kepada pemandu sila berhati-hati sewaktu dalam perjalanan anda,semoga anda selamat menuju destinasi. Yang tidak pulang atau bertugas, perhatikan keselamatan rumah jiran tetangga.Sesungguh jiran adalah saudara terdekatmu. Sesuatu yang hendak diingatkan bersama,kanak-kanak jangan bermain mercun,ibubapa mestilah membuat pemantauan anak-anak kecil.Janganlah pula ibubapa yang mengalakkan anak bermain bunga api/mercun kerana ianya adalah satu pembaziran yang nyata.

Dengan kalimah Allah saya, Jaksa kotaraja@Hanafiah Husin memohon ampun serta kemaafan atas segala ketelanjuran  pertuturan...perdebatan...perhujahan..perbincangan dan apa juga yang telah menguris serta menyakiti perasaan anda tanpa mengira umur,pangkat,kedudukan,agama,bangsa dan kaum. Jaksa kotaraja@Hanafiah sekali lagi memohon ampun dan maaf buat diri ini bagi mewakili pihak kami sekeluarga, minta dihalalkan makan dan minum serta memohon maaf atas segalanya ...
~JAKSA YADIM @Hanafiah Husin

SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI 2011....

MINAL IADIL WALFAIZZIN......
KULLU AMMIN WAANTUM BILKHOIR....

AIN JALUT,TUMBANGNYA KEMBALI TENTERA MONGOL



....orang Mongol merancang pula menakluk Mesir dan seterusnya Mekah dan Madinah. Hulagu Khan mengirim surat kepada Sultan Saifuddin Qutuz dengan memberikan kata dua iaitu... 
Bulan Ramadan bukan sahaja bulan rahmat dan keampunan malah bulan kemenangan terhadap umat Islam yang berjihad. Satu lagi peristiwa penting yang berlaku pada akhir bulan Ramadan adalah Perang Ain Jalut yang berlaku pada 25 Ramadan tahun 658 h, antara tentera Mongol dengan tentera Mesir.. Ain Jalut terletak dalam wilayah Palestin dan medan pertempuran ber
laku tidak jauh dari Kota al-Quds.

Peristiwa bermula apabila Pada tahun 1258, orang-orang Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan berjaya menakluk kota Baghdad yang menjadi kemegahan Khalifah Abbasiah yang telah memerintah selama lebih 500 tahun. Sebagai meraikan kemenangan mereka, Hulagu Khan membenarkan tenteranya melakukan apa sahaja terhadap penduduk Kota Baghdad. Akibatnya ramai umat Islam terbunuh dan banyak kitab-kitab agama dibakar dan abunya dibuang ke dalam Sungai Furat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam.

Kemudian orang-orang Mongol merancang pula menakluk Mesir dan seterusnya Mekah dan Madinah. Hulagu Khan mengirim surat kepada Sultan Saifuddin Qutuz dengan memberikan kata dua iaitu menyerah kalah atau berperang. Baginda mengumpulkan pembesar-pembesar dan panglima-panglima tenteranya lalu berkata,“Wahai tentera Muslimin, aku akan pergi berperang. Sesiapa yang memilih untuk berjihad, mari bersama aku. Sesiapa yang tidak mahu berjihad, baliklah ke rumah. Tetapi Allah akan memerhatikan kamu. Kehormatan muslimin yang dicabuli akan ditanggung oleh mereka yang tidak mahu pergi berjihad.”

Untuk membuat persiapan berperang memerlukan wang yang banyak kerana itu pembesar Mesir mencadangkan agar dilakukan kutipan wang dari rakyat jelata. Sultan Qutuz meminta fatwa dari seorang ulama bernama, Izzuddin Abdis Salam. Beliau berkata:
“Apabila negara Islam diserang, maka wajib ke atas umat Islam untuk berjihad memerangi musuh. Mengambil harta rakyat untuk persediaan perang hukumnya harus dengan syarat semua pembesar negara menyerahkan semua harta milik mereka kecuali kuda dan senjata. Ada pun mengambil harta rakyat sedangkan pemimpin memiliki harta dan barang mewah maka ianya adalah tidak harus.”

Ekoran dari fatwa itu Sultan Qutuz memerintahkan semua pembesar negara dan ketua panglima tentera menyerahkan semua harta yang mereka miliki kepada negara. Kemudian Sultan Qutuz memilih untuk menghadapi tentera Mongol di luar Mesir. Dan mereka bertemu di An Jalut.

Pada hari Jumaat 25 Ramadhan 658 hijrah berlaku pertempuran antara tentera Islam yang dipimpin Sultan Qutuz dengan tentera Mongol. Semasa berlaku pertempuran Sultan Qutuz terjun ke medan perang.Seorang pembantunya cuba menahan bimbang Sultan Qutuz terbunuh lalu baginda berkata,“Ada pun diriku,sesungguhnya sedang menuju ke syurga. Ada pun Islam, ia milik Tuhan yang tidak akan membiarkannya.”


Tentera Islam bertambah semangat dengan turunnya Sultan Qutuz ke medan perang. Mereka melaungkan kata-kata “Ya Allah bantulah hambamu, Qutuz untuk menghancurkan Mongol.

Akhirnya tentera Islam beroleh kemenangan. Semua tentera Mongol terbunuh tidak ada seorang pun yang hidup. Sesungguhnya Sultan Qutuz berjaya mengembalikan maruan umat Islam. Kematian berjuta umat Islam yang dibunuh orang Mongol dapat ditebusnya di Ain Jalut.

Orang-orang Mongol yang telah bermaharaja lela selama lebih 40 tahun dan mereka tidak pernah dikalahkan akhirnya terpaksa melutut kepada tentera Mesir yang dipimpin Sultan Saifuddin Qutuz.

Khamis, 16 Ogos 2012

DALAMNYA JURANG API NERAKA dan minta keluar untuk beramal semula..

..BAHAN BAKAR API NERAKA adalah terdiri dari MANUSIA DAN JIN (YANG KAFIR DAN ENGKAR KEPADA ALLAH), batu-batu termasuk patung berhala...

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, beliau berkata: Adalah kami (pada suatu hari) bersama-sama dengan Rasulullah SAW, TIBA-TIBA TERDENGAR BUNYI BENDA YANG BESAR JATUH DENGAN KERAS, lalu Baginda s.a.w. bersabda: ''Tahukah kamu suara apakah ini?. Kami menjawab: ''Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui".

Lalu Nabi SAW bersabda: Ini adalah (bunyi) SEBIJI BATU YANG DILEMPARKAN KE DALAM NERAKA SEJAK(70) TUJUH PULUH TAHUN YANG LALU, maka batu itu terus saja jatuh menuju dasar NERAKA, dan baru pada saat ini ia sampai ke dasarnya.. Maka dari tu kamu mendengar suara jatuhnya"... (Hadith Riwayat Muslim)...

TENTU KITA TIDAK MAMPU menghitung berapakah dalamnya jurang api neraka yang ditempuh oleh perjalanan kecepatan batu besar yang jatuh, dan memakan masa tujuh puluh tahun lamanya....

Yang lebih mengerikan lagi apabila jurang yang teramat dalam ini akan dipenuhi oleh bermacam-macam SIKSAAN, dan apabila sampai saatnya nanti pintu neraka ini akan ditutup serapat-rapatnya, dan tidak ada seorang juga pun di antara penghuninya yang dapat atau dibenarkan keluar daripadanya.... Siksaan demi siksaan, habis satu jenis siksaan masuk pula pada jenis siksaan yang lain dan begitulah seterusnya dengan tiada ada kesudahan...

BAHAN BAKAR API NERAKA adalah terdiri dari MANUSIA DAN JIN (YANG KAFIR DAN ENGKAR KEPADA ALLAH), batu-batu termasuk patung berhala...Firman Allah SWT...

"Hai orang yang beriman, Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya dan mengerjakan apa yang diperintahkanNya." Surah At Tahrim: 6...



PENGHUNI NERAKA MINTA DIKELUARKAN DARI NERAKA

Allah Subhanahu wataala , Tuhan Yang Maha Berkuasa, memberitahu kita, bahawa penghuni neraka meminta untuk balik semula ke dunia, kerana tidak tahan menanggung azab Neraka... Firman Allah SWT di dalam Surah Al Faathir:-

"DAN ORANG-ORANG KAFIR, bagi mereka Neraka Jahannam.. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati, dan tidak pula diringankan dari mereka, azabnya.. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.." [36]..

"DAN MEREKA BERTERIAK DI DALAM NERAKA ITU: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang soleh, berlainan dengan apa yang telah kami kerjakan..".. Dan, APAKAH KAMI TIDAK MEMANJANGKAN UMURMU dalam masa yang cukup untuk berfikir, bagi orang mahu berfikir, dan (apakah tidak) DATANG KEPADA KAMU , PEMBERI PERINGATAN? Maka rasakanlah azab Kami, dan tidak ada bagi orang2 yang zalim seorang penolong pun.." [37]...

Apakah peringatan Allah itu belum belum cukup jelas kepada kita? Sehingga kita masih lagi LENGAH dan LALAI , dan TIDAK BERSEGERA mahu taat dan patuh kepada hukum-hakam-Nya? Sehingga masih ada diantara kita yang mempersenda-sendakan, dan memperolok-olokkan ajaran Islam?.....

ATAUKAH KITA MASIH BERANGGAPAN ALLAH AKAN BERSIKAP 'LENIENT' terhadap kita, dan mengampun kita? Ingatlah bahawa JANJI ALLAH ITU BENAR, dan Allah samasekali tidak akan memungkiri janji-janji-Nya.....

TIDUR



Tidur itu adalah HARUS. Allah berfirman yang bermaksud: "Dan Kami telah menjadikan malam (dengan gelapnya) sebagai pakaian (yang melindungi)?" (An-Naba' [78] : 10).

Orang dewasa memerlukan sekurang-kurangnya 6 jam untuk tidur setiap hari. Ini menunjukkan bahawa satu perempat daripada keseluruhan umur kita dihabiskan untuk tidur. Jika umur kita 40 tahun bermakna 10 tahun kita habiskan untuk tidur sahaja. Jadi alangkah ruginya kita jika masa tidur tidak digunakan sebagai masa beribadah yakni tidur tanpa ada sekelumitpun niat ikhlas yang mampu meningkatkan darjat tidur.

Untuk menjadikan tidur itu satu ibadah:

1) Niatkan untuk berehat dan mendapatkan kembali tenaga untuk beribadah kepada Allah SWT.
2) Pelaksanaanya mestilah betul. Tidak tidur semasa bekerja, semasa memandu atau semasa mendengar khutbah dan dalam majlis ilmu.
3) Tidurlah di tempat yang selamat dan selesa.
4) Mejaga ada-adab tidur yang telah dianjurkan oleh Rasulullah saw.
5) Tidak tidur sehingga terlepas waktu solat.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahawa Nabi telah bersabda: "Jika salah seorang di antara kamu berasa mengantuk, hendaklah kamu tidur sehingga hilang rasa mengantuknya. Jika seseorang bersembahyang ketika mengantuk bermungkinan dia membaca istighfar sedangkan sebenarnya dia sedang mencaci dirinya sendiri."

Dalam sebuah hadis disebutkan tentang kisah Abu Darda' yang, di antaranya, tidak mahu tidur malam kerana ingin melakukan ibadah. Salman, sahabatnya, telah menegurnya dengan berkata: "Tuhanmu ada hak ke atasmu, badanmu ada hak ke atasmu dan isterimu ada hak ke atasmu. Berikan kepada semua ini haknya." Ketika Nabi mendengar perkataan Salman, Baginda berkata: "Benarlah Salman." (Bukhari)

Dalam hadis yang lain diceritakan bahawa Baginda Nabi telah memasuki Masjid dan ternampak seutas tali yang merentangi dua tiang. Selepas bertanya, Baginda diberitahu bahawa tali itu adalah kepunyaan Zainab agar dia dapat berpaut kepadanya ketika keletihan melakukan sembahyang. Nabi pun terus mengeluarkan arahan:
"Buka tali ini! Hendaklah salah seorang di antara kamu bersembahyang ketika dirinya cergas, dan ketika sudah mengantuk hendaklah tidur." (Bukhari-Muslim)

Semua ini menunjukkan bahawa Islam amat mementingkan produktiviti yang berkualiti dalam setiap amalan. Ia juga menampakkan tentang perkaitan di antara produktiviti dan kualiti dengan tahap kecergasan diri seseorang.

Tidur siang pernah dianggap sebagai salah satu tanda kemalasan. Islam menganggapnya sebagai suatu kebaikan asalkan seseorang itu tidak berlebih-lebihan dengannya.

Di dalam kitab 'Misykatul Masabih' disebutkan tentang salah satu amalan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi: "Tidur yang sedikit di waktu tengahari (qailulah) tidaklah keji. Rasulullah ada melakukannya."

Imam Al Ghazali di dalam kitab 'Ihya Ulumuddin' telah berkata: "Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur di siang hari kerana ianya membantu ibadah di malam hari sebagaimana sahur membantu puasa di siang hari. Sebaik-baiknya ialah bangun sebelum gelincir matahari untuk solat zohor."

Isnin, 13 Ogos 2012

DOA -DOA


.. “Tiga orang yang tidak ditolak doanya iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan...

Hari Mustajab Doa

1. Hari dan malam Jumaat
2. Hari Arafah
3. Hari dan malam raya eidil fitri dan eidil adha
4. Malam Lailatul Qadar
5. Malam Nisfu Syaaban
6. Awal malam bulan Rejab
7. Malam Israk dan Mikraj

SEMBILAN PETUA daripada Rasulullah s.a.w. untuk mencapai doa mustajab 
1. Anas bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: “Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” 

2. Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Allah akan turun ke langit dunia setiap malam iaitu sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: “Sesiapa yang berdoa kepada-Ku, maka aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan daripada-Ku maka Aku akan mengampuninya. 

3. Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: “Tiga orang yang tidak ditolak doanya iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka.” 

4. Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: “Aku dilarang membaca al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat antara hamba dan Tuhan-Nya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.” 

5. Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: “Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah kerana sesungguhnya binatang itu melihat malaikat. Jika kamu mendengar keldai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah daripada godaan syaitan kerana binatang tersebut melihat syaitan.” 

6. Ubadah bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. Apabila beliau berwuduk (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah.” 

7. Ata bin Abi Rabah berkata: “Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda: “Sesiapa yang membaca surah Yasin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan.” 

8.Hadis daripada Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: “Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.” 

9. Hadis daripada Abu Hurairah: Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda: “Pada hari Jumaat itu ada suatu saat bila mana seorang Muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu.”

@Jadi disini jaksa menyeru agar kita selalu berdoa tanpa mengira dalam keadaan susah atupun dalam kita senang....semoga kita sentiasa berserah sepunuhnya pada ALLAH SWT....insyallah...

Ahad, 12 Ogos 2012

RENUNGAN BUAT PEMIMPIN..................

..Tiada seorang pemimpin yang memimpin sepuluh orang (dan ke atas) melainkan dibawa datang pada hari kiamat dalam keadaan diikat.. Tidak akan melepaskannya melainkan keadilan..

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: ”Sesiapa yang diserahkan oleh Allah akan sesuatu urusan dari beberapa urusan pemerintahan kau muslimin, lalu ia tidak mempedulikan tentang keperluan mereka, kesusahan dan penderitaan mereka, nescaya Allah tidak akan mempedulikan tentang keperluan, kesusahan dan penderitaannya di hari kiamat nanti.” [HR Abu Daud dan at-Tirmidzi ]...

Nabi s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya selepasku ini akan adanya para pemimpin yang melakukan kezaliman dan pembohongan. Sesiapa masuk kepada mereka lalu membenarkan pembohongan mereka dan menolong kezaliman mereka, maka dia bukan dariku dan aku bukan darinya, dan dia tidak akan mendatangi telaga (di syurga).. Sesiapa yang tidak membenar pembohongan mereka, dan tidak menolong kezaliman mereka, maka dia dari kalanganku dan aku dari kalangannya dan dia akan mendatangi telaga (di syurga)”. [Riwayat Ahmad, al-Nasai, dan al-Tirmidhi]..

Nabi s.a.w. bersabda, "Tiada seorang pemimpin yang memimpin sepuluh orang (dan ke atas) melainkan dibawa datang pada hari kiamat dalam keadaan diikat.. Tidak akan melepaskannya melainkan keadilan, atau dia akan dibinasakan oleh kezaliman” (Riwayat Ahmad, Abu Ya’la, al-Baihaqi, dinilai sahih oleh al-Albani)...

Nabi s.a.w. bersabda, "Sesiapa yang Allah jadikan ia sebagai pemimpin rakyat, kemudian ia tidak jujur kepada mereka, maka Allah mengharamkan ke atasnya Syurga". (HR Bukhari)......

NASIHAT DAN MENGINGATI SESAMA MANUSIA...




Sekiranya ada orang ingin memberikan nasihat, maka izinkanlah dia..... walaupun orang itu seorang budak kecil... Adalah menjadi hak budak kecil itu tadi untuk kita mendengar apa yang diperkatakannya... Dan hak anda sebagai pendengar adalah untuk mendengar, kemudian terpulang kepada anda untuk menerima nasihat tersebut untuk dipraktikkan atau tidak...Ini juga contoh buat para pemimpin bahawa ''nasihat rakyat perlu DIDENGAR''...

SUAMI MEMBERI NASIHAT KEPADA ISTERI.... ibubapa memberi nasihat kepada anak-anak..... Ketua memberi nasihat kepada orang bawahannya..

Kita bukan malaikat yang setiap detik hatinya hanya untuk ALLAH SWT. Manusia itu ialah makhluk yang sering terlupa... Makanya, ALLAH yang sangat memahami memberitahu, bahawa pentingnya untuk saling memperingati....Kita tidak selalu berada di atas. Dan tidak selama-lamanya kita berada di bawah....

Yang memberi nasihat, harus lebih bermujahadah dan istiqamah terhadap apa yang meluncur keluar dari bibirnya... Manakala yang mendengar nasihat harus berlapang dada dan jangan sesekali menyindir nasihat seseorang. Dengarkan apa yang ingin dikatakannya, dan nilailah....

SALING MENASIHATI dalam kebenaran dan kesabaran merupakan BUDAYA ORANG-ORANG YANG BERIMAN.... Setelah beriman, beramal soleh, kaum mukmin diperintahkan agar saling memberi nasihat, saling berwasiat, saling BERPESAN DAN MEMBERI PERINGATAN... sehingga mereka pun menjadi orang-orang yang beruntung.... Firman Allah Subhanahu wataala:

”DEMI MASA... Sesungguhya, manusia itu benar-benar dalam KERUGIAN, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati dalam kebenaran dan nasihat-menasihati dalam kesabaran.” (QS Al-’Ashr: 1-3)...

NASIHAT adalah mengajak kebajikan dan melarang kemungkaran (‘amar ma’ruf nahi munkar)...
”Dan, hendaklah ada dari antara kamu segolongan umat yang berseru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran:104)....

NASIHAT ITU MENGHIDUPKAN HATI, membangunkan kesedaran, mencegah kekhilafan.... “Berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu, bermanfaat bagi orang-orang mu’min” (QS. Adz-Dzariyat:55)...

Kerananya, Rasullah SAW memerintahkan budaya saling menasihati ini... “Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang diminta) memberi nasihat.” (HR Bukhari)....

Salah satu tiang tegaknya agama adalah nasihat. Tanpa saling menasihati antara umat Islam, maka agama tidak akan tegak... “Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan untuk para orang awamnya.” (HR. Bukhari)....

PARA SAHABAT sering meminta nasihat daripada Rasulullah SAW... dan para PEMERINTAH ISLAM di zaman dahulu, sering mengundang para ULAMA' ke istana, untuk mendengar nasihat.... APA BILA NASIHAT DIKETEPIKAN, UMAT ISLAM MULAI JAUH DARI KEBERKATAN WAHYU ALLAH .....


Menasihati orang lain, tidak semudah berkata-kata... Kerana orang yang mengeluarkan nasihat itulah yang perlu lebih mempraktikkan apa yang dinasihatkannya... Dan sekiranya ALLAh izinkan, si penasihat itu tadi pasti akan teruji dengan apa yang pernah diperkatakannya... Sama ada dia buat atau tidak...

Dan ALLAH tidak suka kepada seseorang yang menyeru atau menasihati sesuatu, tetapi dia sendiri tidak melakukannya... Bukanlah ALLAh ingin merendahkan kita, tetapi ALLAH ingin kita berdisiplin dan istiqamah dengan apa yang kita kerjakan....



Rabu, 8 Ogos 2012

10 MALAM AKHIR RAMADHAN ATAU 10 MALAM RAYA


...dia bermain,kerana fitrah anak-anak kecil.Tetapi sekurang-kurangnya anak kecil ini masih melihat dan mendengar akan suara yang keluar dari pembesar suara.Pasti sianak kecil ini akan mengerti orang sedang solat terawih dari mereka yang berada ditempat yang lebih jelik yang langsung tidak...  

Setelah melalui ibadah puasa selama 20 hari ini, pernahkah kita bertanya kepada diri, apakah selama 20 hari berpuasa, kita benar-benar menjadi hamba Allah yang bertaqwa atau sebaliknya?Ataupun,adakah kita masih dibuai oleh keemasan daki-daki dunia...

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan maksudnya: Aisyah r.a meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW apabila masuknya sepuluh malam terakhir (Ramadan) baginda menghidupkan malam, baginda mengemaskan kainnya dan baginda mengejutkan isterinya (yakni tidak bersama dengan isteri).

Hadis ini menceritakan kepada kita bagaimana Nabi SAW bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah meskipun baginda tidak melakukan dosa. Namun baginda telah memberikan satu contoh tauladan yang baik kepada umatnya di dalam menghayati sepuluh hari terakhir Ramadan.Panduan yang diberikan oleh baginda ini menggambarkan betapa tinggi nilainya saat yang kita lalui sekarang. Menjadi suatu yang amat malang sekiranya kita semakin lemah dan cuai dalam melakukan ibadah meskipun Ramadan semakin hampir meninggalkan kita.

Imam Muslim juga meriwayatkan maksudnya: Aisyah r.a berkata: Bahawa Nabi SAW bersungguh-sungguh (beribadat) pada 10 malam terakhir tidak seperti mana (di bulan) selainnya.Contoh yang ditinggalkan kepada kita oleh baginda SAW wajar dijadikan pedoman di dalam mengisi hari-hari terakhir Ramadan ini. Sepatutnya waktu ini janganlah menghabiskan masa dengan menonton televisyen atau mengunjungi pusat-pusat membeli belah. Kerana inilah fenomena yang sering kita lihat.

Apa yang berlaku, kelebihan 10 malam terakhir ramadhan seolah-olah tidak langsung di ambil kira. Kita lihat masa kini malam 10 akhir menjadi medan tumpuan ke bazar membeli-belah...sama ada yang berkopiah/tudung/jubah atau yang biasa saja ''dalam asyik'' menyangka seolah esok akan raya.... Apa yang menyedihkan setelah ditinjau dimasjid atau surau, kebanyakkannya sudah tidak semeriah sepertimana diawal ramadhan dahulu.

Malah lebih mendukacitakan ada dikalangan masyarakat kita terutamanya muda-mudi yang beragama Islam keluar malam ke ibu kota dan ke taman-taman untuk berdua-duaan dan bermadu kasih tanpa rasa bersalah dan malu. Apatah lagi untuk menghormati bulan yang mulia ini….

Sepatutnya ibubapa hendaklah mengambil berat soal  suasana 10 malam terakhir ramadhan ini. Anak-anak memerlukan didikan dan panduan dari ibu bapa. Sebaliknya jika ibu bapa pun turut serta mengabaikan ibadah sepanjang 10 terakhir ramadhan ini, maka tidak hairanlah anak-anak juga tidak berminat untuk mengerjakan solat terawih.
Bagi jaksa, anak-anak kecil yang bermain ditepi halaman surau atau masjid,eloklah ajak/ajarkan  berterawih....jika enggan,biarkan saja dia bermain,kerana fitrah anak-anak kecil.Tetapi sekurang-kurangnya anak kecil ini masih melihat dan mendengar akan suara yang keluar dari pembesar suara.Pasti sianak kecil ini akan mengerti orang sedang solat terawih dari mereka yang berada ditempat yang lebih jelik yang langsung tidak mendengar suara solat terawih malah terhibur dengan lagu raya.

Dulu jaksa juga bermain sewaktu solat terawih,tapi...kesannya jaksa tahu akan solat keberapa terawih itu,bayangkan itu sewaktu kecil dahulu(pasal nak tahu time more&ada makan).Kini disurau saya lihat anak kecil pun tahu rakaat keberapa terawaih melalui zikir tahmid setiap selesai 2 sunat terawih.(walaupun anak-anak ini bermain dilaman surau)Ini yang membuat saya teringat akan zaman kecil saya....

Justeru itu, marilah sama-sama kita mempertingkatkan lagi amal ibadah menjelang penghujung ramadhan ini kerana di dalamnya ada satu malam yang sangat istimewa iaitu malam lailatul qadar dan ianya menjadi rebutan para hamba-hamba Allah yang beriman dan bertaqwa.

Firman Allah SWT: Maksudnya:

” Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan “. (al-Qadr: 1-3)

Malam al-Qadr sengaja dirahsiakan oleh Allah Taala sebagai satu ujian kepada umat Islam di dalam mencari rahmat dan kasih-Nya. Bagi mereka yang benar-benar beriman keghairahan mencari reda Allah menjadikan mereka begitu teruja meningkatkan pencarian ganjaran berlipatganda yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Sebaliknya bagi mereka yang alpa dan lupa, saat-saat ini seringkali dipenuhi dengan aktiviti persiapan hari raya yang menyibukkan mereka hingga terlupa untuk beribadah dan promosi istimewa pelepasan azab neraka yang dijanjikan oleh Allah di penghujung Ramadan.

Antara amalan yang boleh dilakukan bagi menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan ialah :

Menghidupkan malam dengan solat malam seperti tahajud, hajat, taubat dan juga berzikir kepada Allah.
Digalakkan juga supaya mengejutkan ahli keluarga supaya bersama-sama menghidupkan malam dengan amal ibadah.
Ibu bapa wajar mengajak anak-anak yang sudah dewasa khususnya bersama berqiamullail dan jangan biarkan mereka lena.
Bagi suami isteri pula 10 malam terakhir tidak digalakkan untuk bersama kerana Nabi SAW diberitakan bahawa baginda mengemaskan ikat kainnya yakni tidak bersama dengan isteri kerana disibukkan dengan amal ibadah.
Amalan beriktikaf juga wajar diteruskan di penghujung Ramadan ini iaitu dengan memperbanyakkan duduk di masjid untuk beribadat kepada Allah. Kata Imam Az-Zuhri: Maksudnya: “Suatu yang pelik bagi kaum muslimin mereka meninggalkan amalan iktikaf sedangkan Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya semenjak baginda tiba di Madinah (hijrah) hingga ia meninggal dunia”.

Dengan demikian, marilah kita sama-sama bermuhasabah diri, dan mempertingkatkan amal ibadah mudah-mudahan kita dipermudahkan oleh Allah SWT untuk melakukan amalan-amalan khususnya 10 malam terakhir ramadhan ini agar kita menjadi hamba Allah SWT yang bertuah di dunia dan di akhirat.

BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W ~ dalam pelbagai bacaan












1] Nabi s.a.w bersabda: "Orang yang lebih berhak mendapat SYAFAATKU pada hari kiamat ialah oarang yang lebih banyak selawatnya kepadaku." (HR Ibn Mas'ud r.a)..

2] Nabi s.a.w bersabda: "Sesiapa yang berselawat kepada-ku sekali selawat, nescaya Allah limpahkan sepuluh rahmat kepadanya dengan sebab sekali selawat itu." (HR Abu Hurairah r.a)...

3] Nabi s.a.w bersabda: "Sesiapa yang berselawat kepadaku dengan sesuatu selawat, sentiasalah Malaikat berdoa untuknya selama ia berselawat kepadaku; oleh itu terpulanglah kepada seseorang sama ada ia hendak berselawat sedikit atau banyak." (HR Amir bin Rabiah r.a)....

4] Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya orang yang LEBIH HAMPIR KEPADA-KU dari kalangan kamu pada hari kiamat pada setiap tempat yang aku berada padanya, ialah orang yang lebih banyak selawatnya kepadaku di dunia…" (HR Anas r.a)...

5] Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya ada bagi Allah satu Malaikat yang diberikan kepadanya kuasa mendengar ucapan hamba-hamba Allah semuanya, maka tidak ada seseorang pun yang mengucapkan sesuatu selawat kepadaku melainkan Malaikat itu menyampaikannya kepadaku.".. (HR Ammaar bin Yasir r.a)....

PENGAJARAN HADITH:

1) Berselawat dapat MELEPASKAN SESEORANG DARI PERKARA YANG MENDUKACITAKAN, DAN MEMBIMBANGKAN, dari perkara-perkara dunia dan akhirat...

2) Ucapan selawat dan salam kepada Rasulullah s.a.w adalah satu IBADAH YANG SANGAT DITUNTUT dari setiap umat Islam dalam setiap masa.... Mereka yang selalu berselawat atas baginda akan beroleh syafaat yang khusus daripada Rasulullah SAW, dan Malaikat akan berdoa untuknya selama ia berselawat kepada baginda..

3) Orang yang TIDAK MEMBIASAKAN DIRI BERSELAWAT, adalah dianggap sebagai orang yang TIDAK MENGENANG BUDI (tidak menyanjung) baginda, sehinggakan syarak melabelkan mereka sebagai orang yang bakhil...

4) Disebabkan besarnya fadhilat berselawat tersebut, maka Allah S.W.T telah menetapkan MALAIKAT YANG KHUSUS bertugas sebagai penyampai selawat yang diucapkan terus kepada baginda...

5) Orang yang banyak berselawat adalah orang yang PALING RAPAT DENGAN BAGINDA S.A.W. di akhirat kelak, di mana segala permohonan dan kehendaknya akan diperkenankan oleh Allah S.W.T di samping itu segala dosanya akan diampunkan dan sentiasa mendapat perlindungan dari-Nya....

Isnin, 6 Ogos 2012

LARANGAN MENCELA MAKANAN

                                                           GAMBAR HIASAN

DALAM SEHARIAN KITA SEWAKTU MENGAMBIL MAKANAN,PASTIKAN BAHAWA MAKANAN YANG KITA AMBIL ITU BERMANAFAAT BAGI TUBUH KITA. PASTIKAN JUGA MAKANAN YANG KITA MAKAN ITU MEMENUHI KEPERLUAN BADAN KITA. JANGANLAH DISEBABKAN TEKAK, PERUT MENJADI MANGSA.....

Islam menganjurkan umatnya menghargai NIKMAT YANG DIKURNIAKAN OLEH ALLAH Subhanahu wa Ta‘ala dan MELARANG MENCELANYA... Antara nikmat Allah Subhanahu wa Ta‘ala terhadap makhlukNya ialah MAKANAN... Makanan itu suatu nikmat yang sangat penting bagi manusia, kerana manusia perlukan makanan untuk hidup...

Imam al-Ghazali Rahimahullah berkata dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin bahawa SEHARUSNYA SEORANG MUSLIM ITU REDHA DENGAN REZEKI DAN MAKANAN YANG ADA... Apabila sesuatu makanan yang dihidangkan itu tidak disukai, tidak sedap atau tidak menyelerakan, maka janganlah makanan itu dicela, cukuplah sekadar diam ataupun tidak memakannya... Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan contoh terbaik yang patut diteladani... Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan: Maksudnya: “NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM TIDAK SEKALI-KALI MENCELA MAKANAN... Jika Baginda menyukainya Baginda memakannya, dan jika Baginda tidak menyukainya Baginda akan meninggalkannya (tidak memakannya)” ... (Hadits riwayat al-Bukhari)...

Dalam satu riwayat lain yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata: Maksudnya: “Aku tidak pernah sekali-kali melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mencela makanan.. Sesungguhnya apabila Baginda menyukainya, Baginda memakannya dan apabila Baginda tidak menyukainya Baginda diam..”... (Hadits riwayat Muslim)..

Imam an-Nawawi Rahimahullah berpendapat bahawa ANTARA ADAB MAKAN YANG PENTING UNTUK DIJAGA IALAH TIDAK MENCELA SESUATU MAKANAN YANG DIRASAKAN TIDAK SEDAP ATAU TIDAK MENEPATI CITA RASA; UMPAMANYA MENGATAKANNYA MASIN, MASAM, KURANG GARAM, CAIR, TIDAK CUKUP MASAK dan sebagainya... Sebahagian ulama mengharuskan mencela makanan jika ianya bertujuan untuk menegur cara masakannya, bukannya bertujuan untuk mencela makanan tersebut... Bagaimanapun, menurut Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani Rahimahullah, mencela makanan boleh melukakan hati orang yang memasaknya.... Akan tetapi jika ianya bertujuan untuk kebaikan masa hadapan, iaitu supaya masakan tersebut dapat diperbaiki, maka tidaklah menjadi kesalahan menurut sebahagian ulama.... Jika dihidangkan sesuatu makanan sedangkan makanan tersebut tidak disukai ataupun tidak pandai memakannya, maka diperbolehkan menolak dengan mengatakan: “Saya tidak menyukai makanan ini” atau “Saya tidak biasa atau tidak pandai memakannya” atau, dengan apa jua ungkapan yang seumpamanya...

18 RAMADHAN ''FUTUH MEKAH'' & ''FUTUH ANDALUSIA''

                                          antara peninggalan kota andalusia

...''Musuh di depan kalian. Apabila kalian mundur, maka lautan dibelakang kalian.''
Langkah yang beliau ambil dalam membangkitkan semangat kaum muslimin sangat tepat. Tidak ada lagi jalan.... 


Tanggal 18 Ramadhan tahun ke-8 Hijrah Rasulullah bersama 12 000 kaum Muslimin bertolak dari Madinah menuju Mekkah untuk membebaskan Mekkah. Peristiwa bebasnya kota Mekkah terkenal dengan sebutan Futuh Makkah. Pembukaan kota Mekkah menandai sebuah era baru di dalam Islam, setelah sebelumnya kaum Muslimin selalu disiksa, ditindas, bahkan terakhir dikepung oleh pasukan Ahzab (sekutu) selama berminggu-minggu di Madinah.

 Era baru yang dibangkitkan oleh Rasulullah dengan perang Ahzab dengan sabdanya,“Kaum Quraisy tidak akan berani mendatangi(menyerang) kamu sesudah tahun ini, telah lenyap musnah kekuatan mereka, dan mereka tidak akan memerangi kita sesudah hari ini, dan sekarang giliran kita akan memerangi mereka, Insya Allah."

Bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijrah, kaum Muslimin di bawah pimpinan panglimaThariq bin Ziad membuka Andalusia(Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia. Thariq bin Ziyad menyeberangi selat antara Afrika dan Eropah atas perintah Musa bin Nushair penguasa Islam kala itu. Ketika pasukan Islam sudah sampai di seberang, diperintahkannya agar kapal-kapal perang Islam dibakar. 


Kemudian ia berpidato didepan pasukannya :
''Musuh di depan kalian. Apabila kalian mundur, maka lautan dibelakang kalian.''
Langkah yang beliau ambil dalam membangkitkan semangat kaum muslimin sangat tepat. Tidak ada lagi jalan untuk mundur. Yang ada hanyalah berjuang sekuat tenaga dan mengharap pertolongan Allah. Berturut-turut kota demi kota jatuh ke tangan kaum Muslimin.


Akhirnya pada bulan Ramadhan jatuhlah Andalusia ke tangan kaum Muslimin. Sejarah mencatat bahwa di kemudian hariAndalusia menjadi pusat ilmu pengetahuan dan menjadi mercu peradaban manusia dizamannya. Kemajuan teknologi yang diperoleh orang-orang Eropah zaman sekarang hanyalah merupakan perpanjangan(peninggalan) teknologi umat Islam masa silam.

Ahad, 5 Ogos 2012

ILMU,KEBIJAKSANAAN ILMU DALAM BERHUJAH

                                                                                                  gambar hiasan






....apakah yang Tuhanku lakukan sekarang bukan? Jawapannya ialah, Tuhanku sedang meninggikan yang Haq (dengan menaikkan al-Imam ke atas ) dan menurunkan yang Batil.... 

Soalan Pertama
“Pada zaman bilakah Tuhan kamu dilahirkan?”


Al-Imam Abu Hanifah tersenyum lalu menjawab :
“Allah taala tidaklah sesuatu yang dilahirkan. Jika Dia dilahirkan sudah tentu Dia punya bapa, Allah juga tidak melahirkan. Jika Dia melahirkan maka sudah tentu Dia punya anak”

Soalan Kedua
“ Kalau begitu, bilakah pula Tuhan kamu wujud?”

Al-Imam Abu Hanifah seraya menjawab :
“ Allah taala itu wujud sebelum adanya zaman, Sedangkan zaman itu sendiri adalah ciptaanNya , mana mungkin pencipta wujud selepas makhluk ciptaanNya”

Soalan Ketiga
“ Cuba kamu berikan kepada kami sedikit gambaran tentang kewujudan Tuhan kamu yang tiada permulaan ini. Bagaimana mungkin sesuatu itu ada tanpa ada permulaannya?"

Al-Imam Abu Hanifah menjawab :
“ Kamu pandai mengira?”

Kelompok Atheis itu menjawab :
“ Tentu sekali kami pandai mengira”

Al-Imam Abu Hanifah meneruskan ucapannya:
“Bolehkah kamu beritahu aku apakah nombor sebelum nombor 4?”

Mereka menjawab : “ Nombor 3”
Al-Imam Hanifah : “ Nombor sebelum 3?”

Mereka menjawab : “Nombor 2”
Al-Imam Abu Hanifah : “Nombor sebelum 2?”

Mereka menjawab : “Nombor 1”
Al-Imam Abu Hanifah : “ Nombor sebelum 1?”

Mereka menjawab : “Tiada”

Al-Imam Abu Hanifah tersenyum lalu memberikan penerangan :
“Nah, kamu sendiri mengakui bahawa nombor 1 sendiri sebelumnya tiada mulanya. Nombor yang merupakan ciptaan Allah ini sendiri kamu akui bahawa tiada permulaan baginya. Apatah lagi pencipta kepada Nombor itu sendiri?”

Terpinga-pinga kelompok Atheis tersebut dengan jawapan yang padat dan bernas daripada al-Imam Hanifah. Ternyata mereka silap perkiraan bilamana berhadapan dengan anak muda ini. Pada mulanya mereka merasakan bahawa anak muda ini mudah dikalahkan, namun telahan mereka ternyata menyeleweng. Mereka perlu lebih berhati-hati.

Persoalan diteruskan.

Soalan Keempat
“Tahniah anak muda di atas jawapanmu sebentar tadi. Jangan sangka kamu berada di dalam keadaan yang selesa. Baik, tolong kamu terangkan kepada kami, pada bahagian manakah Tuhan kamu mengadap?”

Al-Imam Abu Hanifah : “ Jika aku bawa sebuah pelita yang dicucuh dengan api ke sebuah tempat yang gelap, pada arah manakah cahaya pada api tersebut mengadap?”

Mereka menjawab : “ Cahaya itu tentulah akan menerangi keseluruhan arah”

Al-Imam Abu Hanifah menjawab : “ Jika cahaya yang diciptakannya itu pun kamu semua tidak mampu menerangkan pada arah manakah ia mengadap, inikan pula Sang Pemilik cahaya langit dan bumi ini sendiri?”

Kesemua hadirin yang mendengar jawapan daripada al-Imam Abu Hanifah bersorak kegembiraan . Kagum mereka dengan kepetahan anak muda itu.

Soalan Kelima
“Bolehkah kamu terangkan kepada kami, bagaimana zat Tuhan kamu? Adakah ianya keras seperti besi? Atau jenis yang mengalir lembut seperti air? Atau ianya jenis seperti debu dan asap?"

Al-Imam sekali lagi tersenyum. Beliau menarik nafas panjang lalu menghelanya perlahan-lahan. Lucu sekali mendengar persoalan kelompok Atheis ini. Orang ramai tertunggu-tunggu penuh debaran apakah jawapan yang akan diberikan oleh Sang Anak Muda.
Al-Imam Abu Hanifah menjawab : “Kamu semua tentu pernah duduk disebelah orang yang sakit hampir mati bukan?”

Mereka menjawab : “ Tentu sekali”

Al-Imam meneruskan : “ Bilamana orang sakit tadi mati. Bolehkah kamu bercakap dengannya?”

Mereka menjawab : “ Bagaimana mungkin kami bercakap dengan seseorang yang telah mati?”

Al-Imam meneruskan : “ Sebelum dia mati kamu boleh bercakap-cakap dengannya , namun selepas dia mati, terus jasadnya tidak bergerak dan tidak boleh bercakap lagi. Apa yang terjadi sebenarnya?”

Mereka tertawa lalu memberikan jawapan: “ Adakah soalan seperti ini kamu tanyakan kepada kami wahai anak muda? Tentu sekali seseorang yang mati itu tidak boleh bercakap dan bergerak . Ini kerana ruhnya telah terpisah daripada jasadnya.”

Al-Imam Abu Hanifah tersenyum mendengar jawapan mereka lalu berkata: “Baik, kamu mengatakan bahawa ruhnya telah terpisah daripada jasadnya bukan? Bolehkah kamu sifatkan kepada aku sekarang, bagaimanakah bentuk ruh tersebut. Adakah ianya keras seperti besi, atau ianya mengalir lembut seperti air atau ianya seperti asap dan debu yang berterbangan?”

Tertunduk kesemua Atheis tersebut bilamana mendengar persoalan al-Imam Abu Hanifah tersebut. Ternyata olokan mereka sebentar tadi kembali tertimpa ke atas mereka.

Mereka menjawab dengan keadaan penuh malu : “ Maaf, tentu sekali kami tidak dapat mengetahui bagaimana bentuknya”

Al-Imam Abu Hanifah lalu meneruskan bicaranya: “ Jika makhluknya seperti ruh itu pun kamu tidak mampu untuk menerangkannya kepada aku. Bagaimana mungkin kamu ingin menyuruh aku menerangkan bagaimana bentuk Tuhan Pemilik Ruh serta sekalian alam ini?”

Soalan Keenam
“ Dimanakah Tuhan kamu duduk sekarang?”

Al-Imam Abu Hanifah kembali bertanyakan soalan kepada mereka : “ Jika kamu membancuh susu, tentu sekali kamu mengetahui bahawa di dalam susu tersebut ada terdapat lemak bukan? Bolehkah kamu terangkan kepada saya, dimanakah tempatnya lemak tersebut berada?"

Mereka menjawab : “ Kami tidak dapat menerangkan kepadamu dengan tepat kedudukan lemak di dalam susu tersebut. Ini kerana lemak itu mengambil keseluruhan bahagian susu tersebut.”

Al-Imam Abu Hanifah seraya berkata : “ Kamu sendiri lemah di dalam memberikan jawapan terhadap persoalan aku sebentar tadi. Jika lemak di dalam susu pun tiada tempat yang khusus baginya , masakan pula kamu ingin mengatakan bahawa Tuhan Pemilik Arasy itu ada tempat duduk khusus bagiNya? Sungguh aku pelik dengan persoalan-persoalan kamu ini”

Soalan Ketujuh
“ Kami pelik bagaimana jika masuk ke dalam syurga ada permulaannya ( iaitu selepas dihisab oleh Allah taala di padang Mahsyar) namun bilamana sudah berada di dalamnya maka tiada lagi pengakhirannya ( maksudnya tiada kesudahannya dan akan selama-lamanya di dalam syurga)??”

Al-Imam Abu Hanifah tersenyum lagi lalu menjawab : “ Mengapa kamu pelik dengan perkara tersebut. Cuba kamu lihat pada nombor . Ianya bermula dengan nombor satu bukan? Namun bolehkah kamu terangkan kepada aku apakah nombor yang terakhir di dalam senarai nombor?”

Terkelu kelompok Atheis ini untuk memberikan jawapan. Tentu sekali nombor tiada kesudahannya.

Al-Imam tersenyum melihat kelompok Atheis ini terkebil-kebil tidak mampu memberikan jawapan. Kemudian Beliau menyambung bicaranya : “ Nah , kamu sendiri tidak mampu untuk menerangkan kepadaku apakah nombor terakhir bukan? Jawapannya sudah tersedia di hadapan mata kepala kamu”

Soalan Kelapan
“ Kami ingin bertanya lagi, bagaimana mungkin seseorang di dalam syurga menurut Nabi kamu tidak akan kencing dan berak. Sedangkan mereka juga makan dan minum? Ini adalah perkara yang tidak masuk akal”

Al-Imam Abu Hanifah tenang membetulkan kedudukannya. Lalu beliau menjawab : “ Aku dan kamu sebelumnya pernah berada di dalam perut ibu sebelum dilahirkan bukan? Sembilan bulan di dalam perut ibu, kita juga makan daripada hasil darah ibu kita. Persoalanku, adakah kamu buang air kecil dan besar di dalam perut ibumu? Sedangkan kamu juga makan di dalamnya?”

Sekali lagi kelompok ini terdiam membisu seribu bahasa. Padat sekali jawapan anak muda ini. Akhirnya mereka mengakui bahawa tiada lagi persoalan yang ingin ditanyakan malah kesemuanya telah dipatahkan oleh al-Imam Abu Hanifah dengan penuh berhikmah.

Baghdad kembali berseri selepas peristiwa tersebut. Anak muda itu semakin dikenali malah terus menerus namanya disebut orang sehinggalah ke hari ini. Walau sudah hampir ribuan tahun beliau meninggalkan kita. Namun namanya disebut orang seolah-olah beliau masih hidup di sisi kita.

Ada juga kisah yang saya dengar bahawa soalan terakhir yang ditanyakan oleh kelompok tersebut kepada  Imam bila mana mereka telah mati kutu(ketandusan hujah) dan sudah terlampau malu ialah berkenaan : “Jika kamu terlalu bijak , apakah yang dilakukan oleh Tuhanmu sekarang?”

Maka al-Imam menjawab dengan tenang.

“ Sebelum aku memberikan jawapan kepadamu, eloklah kiranya kita bertukar tempat. Ini kerana kamu berada pada tempat yang tinggi sedang aku berada di bawah.Jawapan hanya boleh diberikan bilamana aku berada di atas mengambil alih tempatmu”

Athies itu lalu bersetuju dengan cadangan al-Imam tersebut. Lalu mereka bertukar tempat. Al-Imam naik ke atas, manakala sang Atheis turun ke bawah.

Bilamana al-Imam sudah berada di atas . Terus beliau menjawab : “ Kamu bertanya sebentar tadi apakah yang Tuhanku lakukan sekarang bukan? Jawapannya ialah, Tuhanku sedang meninggikan yang Haq (dengan menaikkan al-Imam ke atas ) dan menurunkan yang Batil (dengan menurunkan Atheis tersebut ke bawah).

DEMI MASA..Suami, Isteri,anak & Laman Sosial(FACEBOOK)


pesanan dari Jaksa Kotaraja akan petikan surah AL~ASR....
DEMI MASA......adakah anda gunakan sebaiknya sebagai menafaatmu sebagai islam...
MANUSIA ITU DALAM KERUGIAN ... adakah masa berlaman sosial anda kerap lalai dalam urusanmu(kewajipan)...
KECUALI MEREKA ORANG YANG BERIMAN SERTA BERAMAL SOLEH DAN BERPESAN-PESAN DENGAN KESABARAN.....adakah kita tergolong dalam ruangan yang mana...
Persolan ; Sekiranya seorang isteri mempunyai akaun jaringan sosial seperti facebook, yahoo messenger, email peribadi dan seumpamanya, patutkah seorang isteri tersebut memberikan akses kepada akaun-akaun tersebut kepada suaminya agar dapat berkongsi sama melihat kandungan, rakan, gambar, nota dan segalanya yang terdapat di dalamnya?

Jawapan; Wajib suami menjaga ahli keluarga (isteri dan anak-anak) dari perkara yang boleh memabawa mereka kepada dosa yang akhirnya membawa ke neraka.
Firman Allah SWT yang bermaksud : “Wahai orang-orang beriman, selamatkanlah diri kamu dan ahli keluarga kamu dari api neraka” (Surah at-Tahrim, ayat 6).
Di antara yang dipesan oleh Rasululllah s.a.w ialah berhati-hati dalam memilih kawan sebagaimana sabda baginda yang bermaksud : “Seseorang itu berada di atas agama kawannya, maka hendaklah setiap dari kamu memerhati dengan siapa dia berkawan” (Hadith Riwayat Imam Abu Daud dan at-Tirmidzi).

Facebook adalah jaringan kawan-kawan dan kenalan, maka suami mempunyai hak untuk memantau dengan siapa isteri dan anak-anaknya berhubungan demi membolehkannya melaksanakan kehendak ayat dan hadith tadi.

Persoalan; Haruskah seorang isteri berkongsi alamat email peribadi kepada lelaki lain yang bukan mahram walaupun atas dasar berkawan?

Jawapan: Suami tidak boleh terlalu menyekat isteri dari bergaul dengan orang sekeliling terutama berhubungan dengan keluarga dan rakan-rakan wanita yang solehah. Namunsuami wajib menegah isteri dari terlibat dengan hubungan yang dilarang agama seperti hubungan dengan lelaki yang bukan mahram tanpa ada keperluan, bergaul dengan wanita-wanita fasik (yang tidak menjaga agama), bertandang ke tempat maksiat atau yang mendorong kepada maksiat. Suami mempunyai hak untuk menegah isteri dari terlibat dalam pergaulan sedemikian dan ia termasuk dalam kewajipan mencegah mungkar (atau menutup ruang kepada mungkar) dengan kuasa yang dimiliki.

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : “Sesiapa dari kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lidah. Jika tidak mampu, dengan hati dan ia adalah selemah-lemah iman” (Hadith Riwayat Imam Muslim dari Abi Sa’id al-Khudri).

Menurut ulama, antara maksud mencegah dengan tangan ialah menggunakan kuasa yang ada untuk mengubah kemungkaran. Dinisbah kepada keluarga, bapa atau suami adalah orang yang berkuasa keatas ahli-ahli keluarga.

Persoalan; Haruskah seorang isteri menerima tawaran atau panggilan untuk menjadi kawan/sahabat dari lelaki yang bukan mahram melalui jaringan sosial atau email seperti diatas?

Syariat Islam amat mengambil berat hubungan antara lelaki dan perempuan yang ajnabi (yakni yang tiada hubungan mahram atau hubungan suami-isteri) di mana ia menyempitkan hubungan dan pergaulan antara keduanya hanya kepada keperluan sahaja (bukan kebebasan). Ini kerana kebebasan akan mendorong kepada zina. Ini sebagaimana kata Nabi s.a.w ; “Tidak berduaan seorang lelaki dan seorang wanita melainkan syaitan yang akan menjadi orang ketiga” (Hadith Riwayat Imam at-Tirmizi dari Ibnu ‘Umar).

Jadi, apabila seorang lelaki dan wanita bebas berhubung dan bercating, syaitan akan membisikkan kepada setiap mereka dan menimbulkan ghairah dan seronok, lalu ingin bertemu dan akhirnya terjerumuslah ke dalam maksiat sekalipun telah bersuami. Kejadian ini tidaklah asing lagi hari ini.

Persoalan; Salahkah seorang suami meminta seorang isteri meberitahu suaminya sekiranya si isteri ada menerima panggilan atau tawaran dari lelaki lain untuk menjadi sahabat atau rakan dari jaringan sosial atau email?

Jawapan; Islam tidaklah menyekat kebebasan umatnya, namun Islam memberi peringatan;kebebasan yang terlalu luas akan menjahanamkan. Oleh itu suami perlu mengimbangi kehidupan keluarganya antara kebebasan dan sekatan. Jangan memberi kebebasan tanpa batasan dan jangan pula terlalu mengongkong. Terbaik ialah pertengahan. Suami boleh membenarkan, tetapi pada masa yang sama perlu bertegas dalam perkara tertentu. Sebagai contoh, bila isteri minta nak berlaman sosial, suami menjawab; “Boleh, tetapi saya hanya benarkan dengan wanita sahaja dan jika lelaki, saya hanya benarkan dengan keluarga sahaja”.

Persoalan; Adakah seorang suami itu bersikap terlalu cemburu kepada isterinya sekiranya si suami berpandangan sedemikian?

Sikap cemburu suami jika berasas, itu adalah tanda iman. Namun cemburu tanpa berasas, itu adalah tanda penyakit hati. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud ”“Cemburu ada dua, satunya disukai Allah dan satu lagi dibenci Allah. Cemburu jika berpunca dari keraguan/kegusaran, ia disukai Allah. Namun jika tidak datang dari sebarang keraguan, ia dibenci Allah” (Hadith Riwayat Imam Ahmad, at-Thabrani dan al-Hakim dari ‘Uqbah bin ‘Amir. Menurut as-Suyuti; hadith ini sahih. Lihat; al-Jami’ as-Saghier, hadith no. 5783).

Menurut ulama, maksud cemburu tanpa keraguan ialah cemburu buta, yang timbul dalam hati tanpa sebarang sebab iaitu semata-mata buruk sangka dari suami terhadap isteri atau dari isteri terhadap suami (Faidhul-Qadier).

Di dalam hadith lain, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud ; “Tidak akan masuk syurga lelaki yang dayus” (Hadith Riwayat Imam at-Tayalisi dari ‘Ammar).

Maksud dayus ialah; lelaki yang hilang perasaan cemburu terhadap nilai dirinya di mana ia tidak kesah dengan siapa lelaki yang bersama dengan isteri atau anak perempuannya, dengan siapa mereka keluar dan ia tidak mengambil berat akhlak dan tingkah laku mereka (al-Fiqh ‘Ala al-Mazahib al-Arba’ah).